![]() |
| Tim gabungan bersama masyarakat, melakukan monitoring kebakaran lahan di perbatasan Desa Menaren-Tekalong. |
KAPUAS HULU, artikelpublik.id - Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Mentebah, TNI, BPBD Kapuas Hulu, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah Kapuas Hulu Selatan dan masyarakat sekitar, melakukan monitoring terhadap peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di wilayah perbatasan Desa Menaren dan Desa Tekalong, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat (14/8/2026) sore.
Monitoring yang dilakukan sejak Jumat sore (kemarin) itu sebagai tindak lanjut atas kebakaran yang terjadi sebelumnya pada hari yang sama.
Dalam kegiatan itu, Polsek Mentebah menurunkan personelnya yang dipimpin AIPTU Ewit Parjianto bersama AIPDA Agus Rahmadi, AIPDA Ibrahim dan BRIGPOL Hiskia, serta satu personel TNI, KOPDA Susilo.
Tim juga mendapat dukungan dari BPBD Kabupaten Kapuas Hulu yang menurunkan enam personel beserta satu unit mobil dan peralatan pemadaman berupa mesin pompa apung dan mesin pompa jinjing.
Sementara dari KPH wilayah Kapuas Hulu Selatan turut mengerahkan 13 personel yang dipimpin Jumilah selaku Kasi PPM, dengan dukungan dua unit mobil dan satu unit pompa jinjing.
Selain itu, juga melibatkan tokoh masyarakat Desa Tekalong dan Desa Menaren bersama masyarakat setempat lainnya yang berjumlah sekitar 30 orang.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pemantauan kondisi lahan sekaligus mendukung langkah penanganan apabila api kembali membesar.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lokasi lahan yang terbakar berada di sekitar batas Desa Menaren dan Desa Tekalong.
Adapun hingga saat ini belum dapat dipastikan secara definitif wilayah administrasi desa yang masuk dalam lokasi kebakaran tersebut. Sedangkan jarak lokasi diperkirakan sekitar 3 kilometer dari Jalan Lintas Selatan.
Terkait kendala yang dihadapi yakni berupa tidak adanya akses jalan menuju lokasi kebakaran sehingga menyulitkan proses pemadaman. Selain itu, lahan yang terbakar juga merupakan lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di dalam lapisan tanah sehingga diperkirakan akan kembali menimbulkan asap maupun api.
Meski demikian, lokasi kebakaran diketahui cukup jauh dari permukiman warga. Hingga monitoring pada malam kemarin, kondisi di lapangan terpantau hanya mengeluarkan asap sehingga situasi secara umum aman dan terkendali.
Sebagaimana diketahui, monitoring akan terus dilakukan, di mana sebagai langkah antisipasi untuk memastikan tidak terjadi perluasan titik api serta mencegah potensi kebakaran kembali meluas.
Adapun kehadiran personel gabungan bersama masyarakat tersebut sebagai bentuk sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kecamatan Mentebah.
Sumber: Humas Polres Kapuas Hulu
Diterbitkan oleh Noto Sujarwoto
