Kunker ke 5 Dusun di Desa Sidas, Cornelis Tekankan 4 Isu Utama, Diantaranya Nikah Dini

Header Menu

Kunker ke 5 Dusun di Desa Sidas, Cornelis Tekankan 4 Isu Utama, Diantaranya Nikah Dini

Friday, August 7, 2026

Kunker Cornelis di wilayah Kabupaten Landak, Kalbar.

LANDAK, artikelpublik.id - Lima Dusun di Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, dikunjungi Anggota Komisi XII DPR RI Dr. (H.C) Drs. Cornelis, MH, Kamis (6/8/2026).


5 Dusun tersebut yakni Dusun Pak Garek, Dusun Sidas, Dusun Pasir, Dusun Simpang Pasir dan Dusun Bajamu.


Kunjungan kerja itu menjadi ajang tatap muka langsung antara wakil rakyat dengan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan penting Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.


Dalam dialog bersama warga, Cornelis menekankan empat isu utama yang menjadi perhatian pemerintah pusat saat ini, yaitu penanganan stunting, kesehatan ibu hamil, pencegahan pernikahan dini, dan kebersihan lingkungan.


Dialog Cornelis bersama warga.

Pada kesempatan itu Cornelis berpesan kepada masyarakat agar tidak menikahkan anak di usia muda. 


“Jangan menikah muda. Orang boleh menikah minimal berumur 17 tahun. Kalau terlalu muda, fisik dan mental belum siap, nanti yang rugi anaknya sendiri dan juga keluarganya,” ujar Cornelis.


Ia juga memberikan pesan khusus kepada ibu-ibu hamil. Disampaikan Cornelis, masa kehamilan merupakan masa krusial untuk menentukan kualitas generasi penerus. 


“Bagi ibu-ibu yang hamil, kehamilannya dijaga. Makan harus makanan yang bergizi. Jangan makan makanan yang mengandung zat pengawet. Makanlah sayur-sayuran, ikan, telur, daging. Begitu bayinya lahir jangan lupa diberi ASI karena ASI sangat bermanfaat bagi perkembangan bayi,” pesannya.


Ia juga menjelaskan bahwa target pemerintah adalah melahirkan generasi yang cerdas dan sehat, bukan generasi yang lemah karena stunting. Oleh karena itu pola asuh, pola makan, dan sanitasi harus menjadi perhatian bersama sejak dari rumah.


Selain isu kesehatan, Cornelis juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan di tingkat desa.  Menurut dia, desa harus mandiri pangan dengan mengoptimalkan lahan yang ada, di tengah situasi global yang tidak menentu seperti saat ini.


“Kita harus memanfaatkan tanah pekarangan, persawahan dengan menanam sayur, padi, buah-buahan untuk cadangan pangan kita. Jangan dibiarkan kosong. Dengan begitu kita tidak tergantung dan bisa membantu pemerintah menjaga ketersediaan pangan,” tuturnya.


Diterbitkan oleh Noto Sujarwoto