Pesan Tegas Bupati Karolin kepada Guru di Landak: Jangan Ketinggalan Zaman

Header Menu

Pesan Tegas Bupati Karolin kepada Guru di Landak: Jangan Ketinggalan Zaman

Wednesday, July 8, 2026

Karolin Margret Natasa, saat peresmian gedung hasil revitalisasi SMP Negeri 3 Sompak, Kabupaten Landak.   

LANDAK, artikelpublik.id - Bupati Landak, Karolin, meresmikan gedung hasil revitalisasi SMP Negeri 3 Sompak, Kabupaten Landak, Selasa (7/7/2026).


Pada kesempatan itu, Karolin berpesan tegas kepada para tenaga pendidik agar terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, ia juga memberikan motivasi.


Peresmian gedung SMP Negeri 3 Sompak.

Karolin menjelaskan, fasilitas baru tersebut didapatkan melalui perjuangan keras pemerintah daerah dalam meyakinkan pemerintah pusat, terutama di tengah situasi efisiensi anggaran.


"Intinya, untuk mendapatkan program pembangunan yang hari ini kita resmikan, bukan dengan duduk-duduk saja, tapi pakai usaha dan upaya. Oleh karena itu, tolong dijaga, dipelihara, dimaksimalkan, dan digunakan untuk kepentingan anak-anak kita," pesan Karolin.


Ia juga menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Landak yang saat ini berada di angka 69,92, di mana masih tertinggal dari rata-rata Provinsi Kalimantan Barat yang mencapai 72,09.


Oleh karena itu, ia meminta kepada para tenaga pengajar yang terdiri dari guru PNS, PPPK, hingga guru honorer agar bekerja lebih optimal dan tidak menjadikan fasilitas sebagai alasan menurunnya kualitas pendidikan.


Tak hanya itu, Karolin juga menyentil kedisiplinan para tenaga pengajar di lapangan.


"Jangan bilang kurang terus. Optimalkan yang ada," tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa siswa yang dihadapi saat ini adalah Generasi Alpha, yang sangat akrab dengan gawai dan teknologi. Oleh karena itu, ia menuntut para guru untuk terus mengembangkan kapasitas diri dan melek teknologi, mulai dari penerapan kurikulum baru hingga sistem pengajaran berbasis daring.


"Dunia berkembang dengan cepat, anak-anak pun berkembang dengan cepat. Jangan kita ketinggalan sebagai tenaga pengajar. Jangan mengeluh dengan berbagai teknologi dan perkembangan dunia, ikuti saja perkembangannya," tuturnya.


Ia bahkan secara spesifik meminta para guru untuk mengurangi kebiasaan menggunakan aplikasi hiburan secara berlebihan saat jam kerja dan lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca buku agar bisa menjadi sumber inspirasi bagi siswanya.


Dijelaskannya lebih lanjut, rata-rata masa lama sekolah masyarakat di Kabupaten Landak baru mencapai 7,5 tahun. Hal itu berarti sebagian besar orang tua siswa mungkin tidak mengenyam pendidikan hingga tamat SMP sehingga kondisi tersebut menempatkan guru sebagai satu-satunya role model atau panutan utama bagi anak-anak di sekolah.


"Bapak/Ibu harus menjadi sosok yang kuat di sekolah. Role model adalah Bapak/Ibu gurunya di sekolah. Bapak/Ibu gurunya rapi, bersih, disiplin. Mereka adalah umur-umur meng-copy, dan mereka akan meng-copy kalau Bapak dan Ibu mampu memberikan teladan," ungkapnya.


Ia juga menitikberatkan pada kebiasaan hidup bersih, khususnya dalam merawat fasilitas toilet yang baru dibangun. Ia berharap agar kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat mulai ditanamkan dari sekolah untuk merubah pola pikir masyarakat luas.


Melalui peresmian tersebut, Pemerintah Kabupaten Landak berharap SMP Negeri 3 Sompak dapat menjadi tempat lahirnya generasi cerdas, berkarakter, serta mampu membawa kemajuan bagi daerah.


Adapun dalam peresmian itu turut dihadiri oleh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Anggota DPRD Dapil 3, Forkopimcam Sompak, serta para kepala desa dan kepala sekolah setempat.


Sedangkan gedung yang diresmikan meliputi ruang administrasi, ruang kelas baru, laboratorium, ruang UKS, hingga fasilitas toilet.


Diterbitkan oleh Noto Sujarwoto