![]() |
| Cornelis saat menghadiri Rapat Banggar DPR-RI. |
Rapat Banggar tersebut membahas pembicaraan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027.
Agenda rapat mencakup penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, sekaligus pembentukan panitia kerja (panja) untuk pendalaman pembahasan.
Pada kesempatan itu, Cornelis menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pandangan Fraksi PDI Perjuangan agar arah kebijakan KEM-PPKF Tahun 2027 dikerjakan secara cermat, realistis, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Fraksi PDI Perjuangan telah menyampaikan pandangan terkait KEM-PPKF Tahun 2027. Tentu pandangan tersebut harus dikawal secara serius karena menyangkut kesejahteraan dan hajat hidup orang banyak,” ujar Cornelis.
Menurutnya, pembahasan KEM-PPKF menjadi tahap penting dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dan fiskal nasional pada tahun mendatang.
Oleh karena itu, lanjut dia, seluruh asumsi dasar ekonomi makro, target pembangunan, serta kebijakan fiskal yang dirancang pemerintah harus mampu menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks, termasuk ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan tantangan transisi energi.
“Kita berharap kebijakan ekonomi dan fiskal yang disusun pemerintah dapat memperkuat daya tahan ekonomi nasional, menjaga kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan,” harapnya.
Sebagai anggota Banggar DPR RI, Cornelis menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal proses pembahasan RAPBN Tahun 2027 agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat serta mendukung pembangunan nasional yang berkeadilan.
Diterbitkan oleh: Noto Sujarwoto
